
Elmadani.id | Empat Lawang_Sebagaimana telah terjadi penganiayaan terhadap pemuda desa Simpang Perigi Anugra Muliawan ( 22 ) pada hari Sabtu ( tgl,13/08/2022 ) sekira pukul 17,09,wib oleh keponakannya sendiri, AB ( 23 ) yang juga tinggal satu desa yakni Simpang Perigi. Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) berjarak kurang lebih 100m dari bendungan Cek Damp desa Simpang Perigi.
Peristiwa tersebut berawal dari cekcok mulut ketika di lokasi pesta perkawinan salah satu warga desa Simpang Perigi. Korban adalah merupakan paman dari AB dan berteman akrab. Berawal ketika di lokasi pesta Anugra berbisik, dan karena merasa selaku paman, Anugra bercanda kepada AB dengan bahasa dusun ” La hebat nian dewek kini S tiap jerang melagoi jemo, kendaknyo kalu memang hebat tu jangan ngucak jemo dewek” ( La hebat nian kau ni S, tiap sebentar membuli temanmu sendiri, seharusnya jangan mengganggu orang di dusun kita ).
AB pun langsung menanggapi dengan emosi dan menantang untuk berkelahi namun belum sempat terjadi di damaikan oleh teman mereka, acara pesta pun berlanjut. Namun usai menghadiri pesta AB mengajak pamannya untuk menghadiri pesta di desa Muara Langkap, kecamatan Bermani Ilir, kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu dan korban pun mengikuti tawaran tersebut dan di ajaklah korban untuk bonceng sepeda motor milik AB dan korban pun tanpa ada keraguan sedikitpun membonceng dan menuruti tawaran keponakannya tersebut.
Namun ketika sudah melewati Cek Damp/ bendungan AB langsung memberhentikan sepeda motornya dan tanpa basa-basi langsung memukul korban, sudah pasti korban pun bertanya-tanya, ” Yak ngapo-ngapo ini, sambil menghindar dan mundur dan terjatuh di dalam siring lalu AB memukuli berkali-kali ke tubuh korban dan mengeluarkan senjata tajam lalu menghujamkan ke arah tubuh korban.
Dalam kejadian tersebut ada kendaraan melintas dan melihat peristiwa tersebut namun tak berani untuk berhenti takutnya nanti itu sekedar modus orang mau menodong, dan si pengendara mobil terus melaju dan mengatakan kepada Kw ( 50 ) yang rumahnya di pinggiran bendungan Cek Damp, bahwa di sana ada perkelahian pakai sajam.
Mendapat info tersebut Kw pun bergegas ke arah TKP, setiba di sana Kw melihat Anugra sudah terjatuh tertelentang kejadian masih berlangsung dan terlihat AB menghujamkan senjata tajam sembari mengatakan ” mati saat ini kau Anugra ” secara berulang-ulang dan Kw pun mencoba melerai namun AB malah berbalik arah mangarahkan sajam jenis pisau kurang lebih panjang satu jengkal namun tidak sempat mengenai Kw.
Tak lama kemudian ada satu pengendara sepeda motor yakni Nv yang tak lain adalah warga desa tetangga AB dan korban yakni desa Kunduran, dan melihat kejadian tersebut Nv pun berhenti dan dia tau kalau salah satunya adalah AB dan dia bilang ” Sudahlah AB,,sudahlah AB,, nanti kerasukan setan apalagi ini mau jelang maghrib” dan AB pun pergi dengan membawa sepeda motor miliknya.
Atas kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami luka robek bagian mulut sepanjang enam jahitan, memar/membiru di bagian mata kiri, luka gores di bagian perut sepanjang kurang lebih 15cm, dan luka gores bagian perut tidak begitu dalam sehubungan pada waktu itu korban menggunakan jaket dan di lapis baju dan terbukti dengan adanya robek di jaket dan baju korban yang sudah di bawa ke polsek Ulumusi sebagai barang bukti.
Keluarga korban sangat menyayangkan kejadian tersebut karena AB adalah merupakan keponakan bagi korban dan mereka teman akrab juga, tapi kenapa dia sungguh tega menganiaya pamannya seperti itu.
Sebelumnya AB juga perna mencuri Phonsell milik korban, karena tidak mau mengaku AB sempat di laporkan ke salah satu polsek di Provinsi Bengkulu, namun sehubungan keluarga AB meminta maaf dan bersedia mengembalikan Phonsell milik korban lalu keluarga memaafkan, tapi kenapa masih juga terjadi peristiwa yang jika tidak cepat di ketahui tersebut bisa-bisa merenggut nyawa putranya tukas Rn
( Ibu korban ).
Sekarang AB sudah di amankan pada hari Jum’at ( Tgl 16/09/2022 ). Demi keamanan AB pun langsung di antar ke Polres sebagai titipan pihak Polsek Ulumusi untuk di lakukan proses ke jenjang lebih lanjut. Ada kabar dari pihak Polsek Ulumusi bahwa AB juga melaporkan korban karena dia luka di bagian perut maka terjadi Split.
Bapak si korban, Ar terkejut mendengar keterangan tersebut karena dalam kejadian tersebut putranya tidak perna bawak sajam dan seolah-olah ada unsur rekayasa, namun Ar berharap semoga aparat penegak hukun dapat menegakkan hukum seadil-adilnya, itulah harapan dari pihak keluarga korban.
( Amril Sy ).