
Elmadani.id | Jakarta_Kabar baik bagi yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
Kini tidak perlu terlalu repot lagi dalam mengurus perpanjangan paspor.
Masa berlaku paspor yang sebelumnya 5 tahun menjadi 10 tahun.
Hal ini berdasarkan kebijakan baru dari Kemenkumham.
Tetapi kebijakan ini hanya berlaku bagi warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Aturan baru ini termaktub dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor.
“Masa berlaku Paspor biasa paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak diterbitkan,” bunyi Permenkumham 18/2022 Pasal 2A ayat 1 , Kamis (29/9/2022).
Merujuk Permenkumham 18/2022 Pasal 2 ayat 2, dijelaskan paspor biasa terdiri dari paspor biasa elektronik dan paspor biasa nonelektronik.
Kembali ke persoalan perpanjangan masa berlaku paspor, disampaikan bahwa penerima aturan baru ini berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun atau yang sudah menikah.
“Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 10 (sepuluh) tahun hanya diberikan kepada warga negara Indonesia yang telah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau sudah menikah,” bunyi Pasal 2A ayat 2.
Sementara, masa berlaku paspor biasa yang diterbitkan bagi anak berkewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi batas usia anak tersebut untuk menyatakan memilih kewarganegaraannya, sebagaimana bunyi Pasal 2A ayat 3.
“Batas usia anak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditentukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis Permenkumham 18/2022 Pasal 2A ayat 4.
Berikut syarat mendapatkan paspor:
a. kartu tanda penduduk yang masih berlaku;
b. kartu keluarga;
c. akte kelahiran, akte perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
d. surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
f. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki Paspor biasa.
Aturan baru ini berlaku mulai 29 September 2022.
[Ali S]