Tragis,,, Bocah Laki-Laki 11 Tahun Asal Desa Sambi Rejo Kabupaten Rejang Lebong Terseret Derasnya Arus Sungai Musi di Desa Kunduran.

Elmadani.id | Empat Lawang-Berangkat dengan penuh rasa kebahagiaan setelah mendengar kabar kelahiran sang cucu, Kurnia Ningsi ( 43 ) beserta keluarga langsung berangkat dari desa Sambi Rejo kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menuju ke desa Kunduran, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, Jum’at ( Tgl 18/11/2022 ).

Kedatangan Kurnia Ningsi beserta keluarga pun di sambut dengan penuh rasa bahagia oleh pihak keluarga SS ( 32 ) yang tak lain adalah sang menantu dari Kurnia Ningsi.

Namun rasa bahagia itu seketika menjadi duka yang sangat mendalam bagi Kurnia Ningsi tatkalah hari Sabtu ( Tgl 19/11/2022 ) kurang lebih pukul 16.00.Wib beliau mendapat kabar bahwa salah satu anak beliau yg bernama Ferdian Ardania ( 11 ) siwi kelas V di salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Rejang Lebong hanyut terseret derasnya arus sungai Musi.

Menurut keterangan yang dapat kami himpun melalui wawancara langsung kepada salah satu anggota korban yakni Wulandari ( 26 ) yang tak lain adalah ayuk kandung dari korban sendiri. Menurut Wulan, kurang lebih pukul 16.00.W.i.b.
Korban bersama ke-empat rekannya yang seusia dengannya pergi menuju ke salah satu tempat tepian mandi warga Kunduran.

Ketika tiba di pinggir sungai salah satu temannya Alif ( 10 ) nyebur duluan dan tanpa ada rasa takut ahirnya korban juga ikut nyebur. Namun si Alif cepat di sambar oleh salah satu rekannya. Kejadian tersebut sempat di lihat oleh paman korban, PI, namun si paman tak sempat lagi menyambar korban dikarenakan kalah cepat dengan derasnya arus sungai Musi.

Mendapat berita tersebut Kepala Desa Kunduran, Dedi Adison segera memberitau warga desanya untuk ikut berpartisifasi dalam upaya pencarian korban, ahirnya warga pun berbondong-bondong menuju ke pinggiran sungai Musi untuk mencari keberadaan korban.

Kepada awak media, Dedi yang akrab di panggil sehari-hari menyampaikan turut berduka cita atas kejadian ini, beliau meminta kepada warga desanya dan juga seluruh warga Kecamatan Ulu Musi dan Sikap Dalam terutama yang berdomisili di pinggiran Sungai Musi supaya bisa memberikan kabar berita jika ada warga yang melihat mayat korban terapung melintasi aliran Sungai Musi, pungkas Dedi.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada tanda-tanda yang menjadi petunjuk keberadaan korban. Pihak keluarga korban meminta kepada warga desa Kunduran supaya tetap dapat berpatisifasi dalam upaya pencarian korban.
( Amril Syarif ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *