Fatra Yuda Jemo Empat Lawang Siswa SMPN 2 Ulumusi Tampil Sebagai Peraih Medali Perak Cabang Pencak Silat Pada Ajang POPDA 2022 Sumsel

Elmadani.id /Empat Lawang,Terlahir sebagai putera sulung dari pasangan Bapak Hengki dan Ibu Yeni Puspita pada tgl 6 Februari 2008 dengan bernama lengkap Fatra Yuda dengan panggilan sehari-harinya Fatra.

Dia adalah siswa kelas tiga SMPN.2 Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera-Selatan. Fatra merupakan putra asli desa Kunduran yang keluar sebagai peraih medali Perak pada POPDA Sumatera- Selatan mewakili Kontingen kabupaten Empat Lawang dari cabang Pencak Silat di kelas A Putra Remaja ( 39-43 kg ) dari perguruan SMI Harimau Kumbang ( HK ), sang guru adalah Herwan Efendi sedangkan pelatihnya adalah Jeri Supraja, lokasi latihan di SMP N 2 Ulumusi yang bertempat di desa Simpang Perigi.

Di babak penyisihan Fatra mengalahkan Denny Aditya kontingen Prabumuli, Ridho Pangestu asal Banyu Asin, Semi Final mengalahkan Diego Syaputra asal Muara Enim dan di Final tgl 25 Agustus 2022 di aula Asrama Haji kota Palembang dan kalah melawan Arjuna asal Palembang dan Fatra mendapatkan medali Perak.

Hengki adalah sang ayah tercinta adalah seorang petani yang hidup dalam kesederhanaan merupakan sosok seorang ayah yang menggantungkan harapan penuh kepada sang anak agar kelak menjadi sosok yang bisa membahagiakan serta mengangkat derajat keluarga itulah sebabnya Hengki setiap hari mulai pagi sampai sore hari peras keringat banting tulang demi sang anak tercinta.

Dalam wawancara ELMADANI melalui WhatsAppnya Hengki mengucap rasa syukurnya Kepada Allah,SWT, berterimakasih kepada sang guru dan pelatih Erwan Efendi, dan Jeri Supraja yang sudah membimbing putranya selama ini, terlebih kepada Joncik Muhammad selaku Bupati Empat Lawang, adiksanak desa Kunduran dan Simpang Perigi dan sahabat serta para pendukung Fatra yang telah memberikan suport dan do’a selama Fatra mejalani beberapa kali pertandingan hingga masuk ke babak final, sungguh tak di sangka karena keberangkatan Fatra awalnya kami anggap sebagai pelengkap saja, tanpa target dan kami cuma berharap sekedar sebagai wadah untuk menimbah menambah ilmu dan pengalaman saja, mengingat yang ikut dalam pertandingan tersebut adalah seluruh kabupaten di Sumatera-Selatan, namun Alhamdulillah Allah merestui hingga Fatra bisa meraih medali Perak tutur Hengki.

Di lain tempat Sang kepala Sekolah SMPN.2 Ulumusi Abbas,S.Pd yang di wakili oleh Bapak Buhari selaku guru olahraga Fatra Yuda dan guru bantu dalam perguruan Pencak Silat SMI Harimau Kumbang juga menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas prestasi anak asuhnya, harapan beliau semoga prestasi yang di dapati oleh Patra Yuda dapat menjadi motivasi bagi rekan seperguruan khususnya dan anak-anak muda Empat Lawang pada umumnya, inilah saatnya kalian membuktikan bahwa Jemo Empat Lawang memang bernyali besar bahkan ada selogan ” Nedo Muno Mati Jadia”.

Menurut Buhari dengan adanya selogan tersebut buktikanlah bahwa memang orang Empat Lawang memang melawan, namun selama ini cuma berupa selogan doang, untuk itu mari kita salurkan bakat dan kemampuan yang ada pada generasi muda bahwa pemerintah selalu bijaksana untuk menyalurkan segala bakat dan hobby terutama kepada anak muda, misal ada hobby berkelahi pemerintah sudah menyiapkan arena dalam Oktagon atau Ring tinju tinju, disana kita di bina bahkan jika berprestasi maka sudah pasti akan dapat penghargaan dan uang.

Selama ini anak muda Empat Lawang cuma bisa berkelahi,tawuran pakai senjata tajam, untuk itu beliau ( Buhari ) mengajak dan menawarkan bagi anak muda yang hobby berkelahi untuk bertarung pada tempatnya yang sudah di sediakan oleh Pemerintah, untuk ikut berlatih di perguruan SMI Harimau Kumbang siapa tau bisa mengikuti jejak Patra Yuda dan terbukti dengan adanya prestasi tersebut Patra Yuda sudah di tawari Sekolah Olahraga Sriwijaya ( SOS ) dan kuliah gratis di Universitas IBA Palembang tutur Buhari. ( Amril Syarif )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *