Terjadi 289 Kali Gempa Guguran, Gunung Merapi Level 3, Waspada!

Elmadani.id | Jogjakarta-Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih mengeluarkan aktivitas kegempaan.

Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aktivitas kegempaat Gunung Merapi selama sepekan, 25 November – 1 Desember 2022 masih cukup tinggi.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan pada minggu ini terjadi lima kali guguran lava pijar ke arah barat daya (hulu Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimal 1,5 kilometer.

“Suara guguran terdengar satu kali dari Pos Babadan dengan intensitas sedang,” kata Agus dalam keterangannya kepada wartawan.

Dia mengatakan pada pekan ini tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan dari kubah barat daya dan kubah tengah. Volume kubah barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.616.500 m3, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 m3.

Pada minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 365 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 48 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 295 kali gempa Fase Banyak (MP), 289 kali gempa Guguran (RF), 26 kali gempa Hembusan (DG), dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

“Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak tunjam sebesar 0,6 cm per hari.

Selain itu, pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 28 mm per jam selama 85 menit di Pos Kaliurang pada 29 November 2022 dan dilaporkan terjadi penambahan aliran di Kali Gendol dan Kali Kuning.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level 3 atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di lereng Merapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *