
Elmadani.id | Rejang Lebong-Penampilannya yang rapih,bersih , sederhana , familiar namun tegas selalu terbuka menerima kehadiran tamu siapapun baik di kantor maupun di rumah dinasnya tanpa membedakan status sosial.Mudah diajak bicara,tapi sulit terkooptasi dalam konsfirasi yang berjuang menyengsarakan rakyat.Talenta kepemimpinannya memancarkan sosok tokoh yang karismatik. Pola pikirnya realistis dalam memandang segenap persoalan sebagai analis problem solver.
Itulah figure dan sikap II Sugyanto, orang nomor satu di Desa Pal 8 Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong yang baru saya dilantik pada Senin, 21 Agustus 2023 sebagai Kades terpilih untuk periode masa jabatan 2023-2029 ini, tidak pernah skeptic dalam menerbitkan sebuah kebijakan. Alasannya, sebelum memutuskan suatu kebijakan itu telah terlebih dahulu melalui proses analisis dan kajian mendalam. Artinya baik dari segi filosofis, sosiologis maupun azas yuridis telah memenuhi kajian yang faktual, sehingga dikemudian hari kebijakan itu tidak menimbulkan permasalahan.

Sebab itu ia selalu mengingatkan pada pejabat birokrasi dilingkungan Pemdes Pal 8 agar disiplin dalam menjalankan tugas sesuai dengan koridor aturan yang berlaku. Tapi kemudian, ujarnya, jangan lantas pejabat bersikap ‘kaku’ dalam melaksanakan pekerjaan di kantor. Kalau itu mudah kenapa harus dipersulit pekerjaan diri sendiri, juga berimbas mempersulit urusan orang lain.
“Untuk itu, para perangkat desa harus dapat memposisikan diri sebagai abdi pelayan masyarakat . Karena pada hakekatnya, perangkat desa itu merupakan pelayan masyarakat dan bukan sebaliknya minta dilayani. Jadi apabila secara objektif ditemukan fakta, ada perangkat desa dilingkungan Pemerintah Desa Pal 8 yang mempersulit urusan bahkan minta dilayani atau pejabat kurang disiplin dalam bekerja, segera laporkan pada saya. Maka saya tidak akan segan-segan untuk menindaknya,”tegas IIs Sugianto kepada Media Elmadani.id saat berkunjung kekantor dinasnya , saat pertama kali bertugas sebagi Kepala Desa Pal 8.
Baginya jabatan itu adalah sebuah Amanah dan bukan hadiah yang diperoleh tanpa keringat. Menurutnya tugas dan kepercayaan itu sama halnya dengan sebuah amanah, sedangkan amanah itu tidak ubahnya adalah mandate atau kepercayaan yang di berikan dari masyarakat. Oleh karena itu, IIs Sugiyanto menyarankan pada kalangan Perangkat Desa di lingkungan Pemerintah Desa Pal 8 hendaknya dapat menjaga dan menjalankan kepercayaan tugas yang di berikan dengan baik dan benar sesuai ketentuan agar dikemudian hari tidak tersandung masalah hukum.
Dari perspektif psikologi manusia , ia memaklumi, memang sudah menjadi dinamika kehidupan manakala muncul letupan-letupan berita yang cenderung mengarah ke provokasi bahkan fitnah, celakanya kemudian tidak jelas sumber dan sasarannya dibalik motif ‘dagelan politik’ itu, toh ahirnya monuver popularitas murahan itupun redup bahkan padam dengan sendirinya. Hal yang demikian ini, menurut IIs Sugiyanto selain merupakan dinamika perjalanan pemerintahan juga lumrah terjadi dalam dunia perpolitikan.
“Secara individual repotnya kalau orang yang tidak suka dengan kita, maka apapun pekerjaan yang kita lakukan baik, tetap saja dinilai tidak baik. Apalagi kalau pekerjaan kita tidak baik mungkin kita di caci maki bahkan mungkin kita kena sumpah serapahnya,” kelakar IIs (sapaan akrab) mengilustrasikan psikologis sifat manusia di panggung politik seraya tertawa lepas.
Bukan Tipe ABS
Kepala Desa Pal 8 IIs Sugiyanto lebih lanjut menyinggung soal sifat dan kepribadiannya yang kerap di tafsirkan keliru oleh sementara pihak. Secara lugas dan gamblang, ia mengakui bahwa dirinya sesungguhnya bukan tipe seorang pimpinan yang suka dengan laporan ‘Asal Bapak Senang’ atau ABS.
“Saya ini paling tidak suka dengan laporan ABS dari siapapun. Karena saya bukan pimpinan tipe ABS. Soalnya laporan ABS itu membuat seorang pimpinan jadi terlena, terbuai, dan tersanjung, sehingga bisa berjuang pada sebuah pengambilan keputusan pimpinan yang tidak konseptual dan tidak factual akibat terkooptasi dengan laporan ABS. Essensi laporan ABS itu, sama halnya membunuh pelan-pelan karakter kepribadian pimpinan. Maka laporan yang dibutuhkan itu adalah laporan yang objektif dan benar sesuai dengan realita yang ada dilapangan. Artinya sampaikanlah laporan yang benar sekalipun pahit di ucapkan,” papar Kades yang telah resmi berpredikat sebagai orang nomor satu di Desa Pal 8 sejak Senin, 21 Agustus 2023 ini.
Tidak hanya itu, ia juga menyinggung peran dan fungsi pers dalam menyampaikan informasi berita hendaknya objektif dan jangan cenderung bersifat destruktif. Media itu sangat di butuhkan dalam pembangunan di berbagai sector termasuk pembangunan perdesaan. Oleh karena itu media harus objektif dan korektif agar pemerintah dan masyarakat mengetahui informasi yang sebenarnya. Misalnya program apa yang sedang atau sudah di laksanakan atau sedang berjalan dan yang tidak menyentuh masyarakat agar pemerintah mengoreksi dan memperbaiki indicator kegiatan yang dianggap tidak menyentuh masyarakat tadi,” ujar IIs menghimbau kalangan Pers di daerah ini.
Pemikirannya yang deskriptif dengan orientasi untuk memajukan pembangunan di segala bidang , agaknya tak berlebihan jika kemudian banyak pihak menyebut-nyebut nama IIs Sugiyanto merupakan sosok Kepala Desa yang Progresif. (Iwan Mursi)