Mafia Pendidikan di Lebong kali ini PKBM LEPANZA Diduga Tilep Dana Dak Non Fisik ( BOP )

Lebong Bengkulu helmadani.id
Selasa 16 september 2025 – Dunia pendidikan Curup Rejang Lebong kembali tercoreng akibat dugaan korupsi yang dilakukan oleh salah satu lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM LEPANZA Yang beralamat diJalan Desa Kota Donok RT 1 RW 1 Desa KUTAI DONOK Kecamatan Lebong Selatan
Kabupaten Kabupaten Lebong
Provinsi Bengkulu Kode Pos 39162 Bentuk Pendidikan PKBM Kepala Sekolah ETI IZRIATI Telepon :
Email : jumari212@gmail.com
Website :
Operator: Jumari

Seperti Yang disampaikan ketua Aliansi Pemerhati Pendidikan Nusantara (APPN) DPD Bengkulu Saat jumpa pers di kantor ( APPN ) DPD bengkulu Jln lempuing RT/RW 07/14 kemarin secara tegas menyampaikan Dalam waktu dekat ini akan melaporkan lembaga penyelenggara pendidikan PKBM LEPANZA ke Unit Tipikor Polres Lebong

Laporan ini menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang mengalir langsung ke rekening pribadi penyelenggara PKBM LEPANZA

Dugaan penyimpangan ini bermula dari investigasi yang mengungkap berbagai kejanggalan dalam pengelolaan dana BOP. Salah satu modus yang ditemukan adalah manipulasi data Dapodik dengan menggelembungkan jumlah siswa serta jam pembelajaran yang di cantumkan tidak sesuai dengan keadaan dilapangan.

Dengan cara ini, penyelenggara PKBM dapat menarik dana BOP yang lebih besar. Dana yang semestinya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru diduga masuk ke kantong pribadi oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Ketua Tim Investigasi, Muhammad sole SH , dengan tegas mengecam tindakan ini dan menuntut agar Tipikor polres Rejang Lebong nanti nya segera bertindak tegas mengusut tuntas adanya dugaan penyalahgunaan wewenang serta jabatan selaku kuasa pengguna anggaran dana non fisik berupa BOP Kesetaraan.

“Ini adalah kejahatan terhadap dunia pendidikan. Jika terbukti bersalah, para pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Jangan biarkan anggaran pendidikan dijadikan ladang korupsi oleh segelintir orang yang rakus,” ujar Muhammad sole SH dengan nada geram

Sementara itu, Romdoni, selaku Sekretaris dalam investigasi ini, nanti nya akan mendesak Penyidik Tipikor polres Lebong tetap independen dalam menangani kasus ini.Ia memperingatkan agar Penyidik tipikor tidak terpengaruh jabatan dan uang serta tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

“Jangan sampai kasus ini berakhir dengan kompromi. Kami ingin melihat keadilan ditegakkan tanpa ada celah bagi mafia pendidikan untuk lolos dari jeratan hukum,” tegasnya.

Satu lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan PKBM LEPANZA
yang Akan dilaporkan dalam kasus ini adalah Lembaga penyelenggara yang kini berada dalam sorotan tajam publik dan berpotensi menghadapi sanksi hukum jika terbukti bersalah.

Alih-alih menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa, oknum-oknum di balik PKBM ini justru diduga menjadikan dana pendidikan sebagai lahan untuk memperkaya diri sendiri. Hal ini tidak hanya merugikan negara secara finansial tetapi juga menciptakan dampak buruk bagi para peserta didik yang membutuhkan bantuan nyata untuk pendidikan mereka.

Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk program Pendidikan Kesetaraan di Indonesia ditetapkan berdasarkan jenjang pendidikan.contoh Dana BOP yang diterima PKBM LEPANZA sebagai berikut

Tahun 2023 sebesar Rp 73.500.000

Tahun 2024 sebesar Rp 211.200.000

Belum terhitung anggaran tahun
2021 – 2022,
Penyelenggara siang/6 hari seminggu

Wartawan media ini beberapa kali mencoba mendatangi yayasan PKBM LEPANZA yang beralamat di Jalan Desa Kota Donok RT 1 RW 1 Desa KUTAI DONOK Kecamatan Lebong Selatan
Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu
Guna untuk meminta konfirmasi terkait berita ini namun tidak pernah jumpa .Dan beberapa kali dihubungi melalui aplikasi WhatsApp tidak Di respon.hingga berita ini diturunkan,”.[***]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *