
Empat Lawang | Elmadani.id_Hujan deras melanda Desa Air Kelinsar mengakibatkan banjir bandang yang merujuk kepada kerusakan rumah warga di Dusun I dan menghanyutkan sebanyak delapan makam warga desa setempat.

Menurut keterangan warga yang sempat awak media wawancarai langsung di lokasi tempat terjadinya banjir ini yakni Ranto menerangkan bahwa awal dari kejadian tersebut setelah hujan selama dua hari dua malam hingga tepatnya di malam Jum’at ( Tgl.08/01/2026 ) air dari aliran sungai Air Puaran sudah terlihat naik ke halaman warga Dusun I dan saat itu juga warga sudah mulai panik karena makin lama air mulai memasuki ke dalam rumah warga.
Hingga tepatnya hari Jum’at kondisi air Puaran sudah sangat besar dan merusak rumah warga, dan data yang dapat kami himpun menurut keterangan dari warga menjelaskan ada sepuluh rumah yang mengalami rusak berat dan bahkan ada satu rumah warga yang roboh.
Di lain tempat yakni di Dusun II yang saat itu awak media langsung mewawancarai Pak Kadus yang akrab di panggil Jaya menjelaskan di hari Jum’at tersebut debit air Kelinsar Kecik mencapai dua meter dari kondisi normal hingga mengakibatkan hanyutnya delapan buah makam warga desa setempat.
Saat awak media tiba di lokasi juga warga sedang menggali makam yang terletak di pinggir sungai tersebut untuk di pindahkan ke tempat yang di rasa lebih aman yang letaknya agak jauh dari bantaran sungai.
Kepada awak media warga berharap semoga pihak aparat pemerintah terutama Pemerintah kabupaten Empat Lawang agar kiranya dapat memberi bantuan terhadap warga yang menjadi korban banjir di desa Air Kelinsar.
Warga juga meminta kepada pemerintah kabupaten Empat Lawang supaya sesegera mungkin bisa membantu pengadaan pembuatan beronjong di sekitar wilayah yang sering terjadinya banjir, karena untuk saat ini beronjong adalah solusi yang tepat dan cepat untuk di realisasikan mengingat curah hujan setiap saat datang,
M.engingat musim hujan diperkirakan masih cukup lama dan di khawatirkan nanti akan terjadi lagi banjir yang bisa mengakibatkan kerusakan. Tutup warga
( Amril Syarif ).