
REJANG LEBONG — elmadani.id – Suasana penuh semangat persatuan dan nuansa demokrasi adat mewarnai pelaksanaan Musyawarah Lengkap (Muskap) Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (16/5/2026). Dalam forum adat bergengsi tersebut, Ir. H. Ahmad Faizir, M.M kembali dipercaya memimpin BMA Rejang Lebong untuk periode 2026–2031.
Kemenangan Ahmad Faizir menjadi bukti kuat masih tingginya kepercayaan tokoh adat dan masyarakat terhadap kepemimpinannya dalam menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, serta mendorong pelestarian budaya di Kabupaten Rejang Lebong.
Pemilihan berlangsung demokratis, terbuka, dan penuh kekeluargaan. Dari delapan calon yang mendaftar, tujuh kandidat akhirnya mengikuti pemungutan suara setelah satu calon mengundurkan diri pada hari pelaksanaan. Sebanyak 34 perwakilan BMA dari seluruh kelurahan turut memberikan hak suara mereka.
Hasilnya, Ahmad Faizir yang merupakan calon nomor urut 8 sekaligus petahana berhasil unggul telak dengan meraih 16 suara sah. Sementara pesaing terdekatnya, Novian Edward, S.E memperoleh 8 suara.
Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa BMA Rejang Lebong tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi adat yang santun, terbuka, dan mengedepankan musyawarah mufakat.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Asisten I Setdakab Rejang Lebong, Bobby Harap Santana yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Bupati Dr. Hendri Praja, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Muskap yang berjalan tertib dan kondusif.
Menurut Bobby, keberadaan BMA memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial serta mempertahankan identitas budaya daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
“Muskap ini bukan hanya agenda pemilihan ketua, tetapi juga momentum memperkuat nilai persatuan, menjaga warisan budaya, dan meneguhkan peran adat dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menghormati penuh independensi forum adat dan tidak melakukan intervensi dalam proses pemilihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Efendi memastikan seluruh tahapan pemilihan berlangsung transparan dan demokratis.
“Alhamdulillah seluruh proses berjalan aman, tertib, dan transparan. Ini menjadi contoh baik bahwa demokrasi adat di Rejang Lebong berjalan dengan dewasa dan bermartabat,” katanya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Ahmad Faizir menyampaikan rasa syukur sekaligus mengajak seluruh elemen adat untuk kembali bersatu demi kemajuan Rejang Lebong.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa BMA semakin aktif dalam menjaga nilai-nilai adat, memperkuat persaudaraan masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah ini. Ke depan kita harus bersama-sama menjaga adat, memperkuat persatuan, dan menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” ujar Ahmad Faizir.
Kembalinya Ahmad Faizir memimpin BMA dinilai menjadi harapan baru bagi penguatan eksistensi lembaga adat di Rejang Lebong. Di tengah perubahan zaman, BMA diharapkan mampu menjadi benteng moral masyarakat sekaligus penjaga warisan budaya yang tetap relevan bagi generasi muda.
Muskap BMA Rejang Lebong 2026 pun tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga simbol bahwa nilai adat, persatuan, dan demokrasi lokal masih hidup kuat di tengah masyarakat Bengkulu.
Penulis: pia/ Nandar