
Elmadani.id | Empat Lawang_Bermoduskan mau gadai sepeda motor Honda Scoopy oknum polisi berinisial Nn mengelabui warga desa Muara Betung Kabupaten Empat Lawang It ( 24 ). Peristiwa ini terjadi pada hari Senin ( tgl 22/08/2022 ). Awalnya Nn Chat ke WA It dan Nn meminta utk gadaikan speda motor, dan Senin pagi itu juga Nn datang ke rumah It dan meminjam uang Rp, 900.000 dan akan di kembalikan sejumlah Rp.1.000.000, dan Nn pun mengatakan speda motornya akan di antarkan bersama Al warga desa Muara Kalangan pada hari itu juga, namun tak jua di antar.
Ketika jug It menghubungi Al, dan ternyata speda motor tersebut tidak ada dan Al cuma lihat Nn lewat depan rumahnya mengendarai speda motor tersebut, It pun menghubungi Nn via WhatsAppnya, nanti kakak antar sebentar lagi nggak pakai lama kata Nn, namun setelah keesokan harinya phonsel Nn tidak aktif dan WA pun tidak aktif. Setelah dua Minggu It mengajak keluarganya yakni Am ( 48 ) untuk menemui Nn ke kantor Polsek Bermain Ilir. Dan itupun bertemu sama Nn dan Nn pun meminta untuk tunggu sebentar nggak lama dan dia akan mengambil uang dan tak tau ambil uang darimana, It dan Am pun menunggu sampai pukul 15,30 Wib, namun Nn cuma bilang uang sudah di transfer ke rekning milik Am tapi cuma bias Satu juta, pada hal It sudah bilang kepada Nn bahwa dia sudah mengeluarkan biaya lagi untuk rental sepeda motor sejumlah Rp.100.000+beli bensin Nn pun menyanggupi.
Setelah menunggu sampai sore Nn pun belum transfer uang, mengingat sudah sore It pun menyuruh Am pinjam Rp.50.000 kepada warga sekitar kantor Polsek BI. Kepada awak media It menyampaikan rasa kecewanya kepada Nn yang sudah beberapa kali membohonginya. Dan dia berharap supaya Nn mau mengembalikan uang tersebut.
Bahkan jika hal ini tidak selesai pada hari ini Selasa ( tgl 06/09/2022 ) beliau akan laporkan hal ini kepada pihak yang berwajib karena beliau tidak senang di perlakukan seperti ini. Akibat kejadian ini rumah tangga It sering ribut-ributan, karena maklum ekonomi rumah tangga It bukan tergolong orang kelas atas alias orang miskin. Dan It berharap supaya Nn bisa mengembalikan uang berikut kerugian selama masa pencarian keberadaan Nn. Keluarga It pun kecewa terhadap prilaku Nn selaku aparat kepolisian yang seharusnya mengayomi masyarakat namun membuat tidak nyaman terhadap masyrakat.
[AS/Tim Investigasi]