
Elmadani.id | Palembang_Keberhasilan sektor pariwisata tak lepas dari peran pekerja pariwisata yang diharapkan punya jiwa wirausaha atau entrepreneur. Karena itu, di era pandemi Covid-19 saat ini, perlu kreativitas para pekerja dalam me-manage paket pariwisata supaya sektor ini cepat bangkit dan melaju kembali.
“Kita ingin menanamkan jiwa entrepreneur kepada pekerja pariwisata, menumbuhkembangkan wawasan kewirausahaan mereka, bukan berarti langsung menjadi pengusaha, tapi bagaimana mereka me-manage program wisata,” ujar Direktur Eksekutif Sriwijaya Tourism Community, Dr H Sholahuddin Arsyad MSi usai FGD “Menumbuh Kembangkan Wawasan Kewirausahaan pada Pekerja Pariwisata Sumsel di Hotel Arista, akhir pekan lalu.
Misalnya, kata dia, house keeping memastikan pelayanan kamar bersih, supaya tamu senang, sehingga akhirnya tamu tersebut sharing ke wisatawan lain. “Atau kalau dia guide membuat paket-paket wisata yang menarik, jika dia bekerja sebagai koki bisa inovasi makanan dan lain sebagainya. Jika jiwa entrepreneur tumbuh, akhirnya ke depan mereka juga bisa buka usaha sendiri,” lanjutnya.

Melalui FGD yang menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidangnya ini diharapkan bisa membuka wawasan peserta yang juga pekerja pariwisata. FGD tersebut diisi oleh narasumber PUM Netherland Senior Expert, Edith Trieblinig, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang Pariwisata, Abdul Aziz Kamis, dan Founder & CEO Hotel Maxone Palembang, Hendri.
Dikatakan, pekerja pariwisata meliputi karyawan hotel, restoran, pemandu wisata, travel agent, pemuda di desa wisata, dan lain sebagainya. Jumlahnya mencapai puluhan ribu, seperti karyawan hotel saja ada 10 ribu, pemandu wisata 100 pekerja, dan sebagainya. “Jika entrepreneur sudah terbangun, mereka bisa berpikir lebih kritis dan pada akhirnya juga bisa memulai bisnis sendiri,” tuturnya.
Untuk menjadi entrepreneur, yang harus dikuasai itu entrepreneurship (kewirausahaan) dan skill (kemampuan), bagaimana pekerja bisa menciptakan peluang usaha bagi dirinya, keluarga, dan lingkungan. “Jiwa entrepreneur ini bisa tumbuh dari lingkungan pengusaha atau dari pendidikan dan pelatihan,” tuturnya.
Kehadiran Sriwijaya Tourism Community salah satunya membantu dari sisi pelatihan (melalui FGD), bekerja sama juga dengan para tenaga ahli dari PUM. “Misalnya FGD kali ini kita datangkan Edith Trieblinig dari PUM. PUM banyak membantu program UMKM, seperti pelatihan entrepreneur, inkubator bisnis, dan lainnya sesuai permintaan,” tegasnya. Pihaknya pun berharap pemerintah bisa memfasilitasi program yang dijalankan demi membangkitkan pariwisata Sumsel.