Dipastikan Tak Ada Ujian CAT, 1.056 Guru Honor di Pelalawan akan Direkrut Sebagai PPPK Tahun Ini

Elmadani.id | Pelalawan_Perekrutan guru honor di Kabupaten Pelalawan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) tahun 2022 ini telah disetujui oleh pemerintah pusat.

Melalui Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, Darlis M.Si, formasi penerimaan PPPK khusus untuk guru honor telah diterima dari pusat.

Pemerintah kabupaten dipersilahkan untuk melakukan proses perekrutan sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan.

“Formasi untuk PPPK guru sudah keluar dan telah kami terima. Jadi kita dipersilahkan melaksanakan perekrutan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” tutur Darlis Minggu (2/10/2022).

Darlis menerangkan, banyak syarat yang harus dipenuhi oleh setiap guru honorer yang sudah bertahun-tahun bekerja namun tak kunjung diangkat sebagai ASN.

Seleksi administrasi akan dimulai oleh BKPSDM dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), tentu mengacu pada syarat dari kementerian.

Selanjutnya, para guru berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu akan mengikuti ujian kompetensi.

“Tidak ada ujian melalui Computer Asisted Test atau CAT, tapi ujian kompetensi saja nanti,” tutur Darlis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan, Abu Bakar FE menjelaskan, dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) di Jakarta, Disdikbud diminta untuk segera menuntaskan pendataan pegawai honor yang berstatus sebagai guru yang layak diangkat menjadi PPPK sesuai persyaratan yang ditetapkan pusat.

Validasi data itu harus tuntas sebelum akhir tahun, sebab pengangkatan PPPK dijadwalkan Bukan Desember mendatang.

Diterangkannya, untuk tahun 2021 dan 2022 Pelalawan mendapatkan jatah PPPK sebanyak 1.056 orang.

Sebanyak 45 orang telah lulus pada seleksi yang digelar tahun 2021 lalu oleh pihak kementerian.

Ada juga 115 orang masuk dalam daftar tunggu berdasarkan hasil passing grade saat ujian.

Sebagian telah diangkat tahun lalu dan sebagian lagi tahun ini. Sedangkan 896 orang lagi yang belum ujian juga ditangkap jadi PPPK pada akhir tahun 2022.

“Artinya ada 900 lebih guru honor yang diangkat jadi PPPK sampai Desember nanti. Itu sesuai kuota yang kita dapatkan,” terang Abu Bakar.

Dijelaskannya, proses pengangkatan PPPK tahun ini tanpa test atau tidak melalui ujian sistem Computer Asisted Test (CAT) seperti sebelumnya.

Hanya ada verifikasi berkas dan dokumen setiap guru honorer dan jika lulus langsung diangkat sebagai PPPK tanpa seleksi.

“Tahun ini tanpa seleksi. Bagi yang memenuhi persyaratan langsung diangkat. Untuk tahun depan kita lihat lagi bagaimana persyaratannya apakah ujian atau tanpa tes,” bebernya.

Ia menerangkan, berdasarkan data di Dapodik guru honor atau non ASN di Pelalawan mencapai 2.165 untuk seluruh sekolah SD dan SMP.

Dengan rincian, guru di sekolah swasta 1.326 dan di sekolah negeri 1.464.

Pemerintah menetapkan persyaratan bagi guru honor dalam proses pengangkatan menjadi PPPK tanpa ujian.

Syarat mutlak yakni harus sarjana atau S1 pendidikan dengan gelar S.Pd sesuai dengan disiplin ilmu dalam mengajar.

Kemudian minimal sudah mengabdi selama tiga tahun di sekolah sebagai guru honorer.

Saat ini sedang dilakukan verifikasi data guru honorer untuk pengangkatan sebagai PPPK, tentu berangkat dari guru yang memilik gelar sarjana pendidikan dan masa pengabdian yang paling lama.

Kemudian dirunut sampai ke masa tugas minimal tiga tahun. Yang masuk dalam pendataan itulah yang berhak menjadi PPPK tanpa tes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *