
Elmadani.id_Ketika Panpel Persib memberlakukan sistem penjualan tiket yang ekstra ketat jelang Persib vs Persija, ribuan bobotoh pun ‘ngamuk’ melalui aksi demonya.
Namun setelah melihat tragedi mengerikan di stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut 182 nyawa, akhirnya Bos Persib Teddy Tjahjono menjadi sorotan publik terkait kebijakan penjualan tiket yang ekstra ribet tersebut.
Bobotoh yang semula protes keras dengan sistem penjualan tiket itu, kini tak bisa berbuat banyak.
Mereka hanya bisa menyaksikan kabar pilu, di mana ratusan nyawa rekan mereka sendiri, Aremania dan Bonek harus melayang siasia seusai laga panas Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam itu.
Arema FC sebagai tuan rumah mengalami kekalahan dengan skor 2-3 dari tim tamunya, Persebaya, sehingga berbuah kekecewaan bagi Aremania.
Teddy Tjahjono sebagai Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sempat diprotes ribuan bobotoh setelah menerapkan aturan baru dalam pembelian tiket pada laga Persib Bandung vs Persija Jakarta.
Aturan itu dianggap mempersulit suporter untuk mendukung tim kesayangannya secara langsung di stadion.
Panpel Persib telah menjual tiket sebanyak 26.000 untuk laga Big Match Persib vs Persija, yang semula pertandingannya dijadwalkan hari ini, Minggu 2 Oktober 2022 pukul 16.00 WIB.
Namun pertandingan tersebut urung digelar setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk menunda kompetisi BRI Liga 1 2022-2023 selama sepekan terkait tragedi maut di stadion Kanjuruhan.
Panpel Persib telah memberlakukan penjualan tiket itu dengan skema 100 persen online.
Pembeli wajib menyertakan bukti telah mendapat vaksin brosur serta satu nomor induk kependudukan (NIK) untuk satu tiket.
Pada akhirnya sistem penjualan tiket ini justru mendapat dukungan dari bobotoh sendiri, seperti dikatakan pemilik akun Instagram mr_kasyep:
“MELIHAT DARI KEJADIAN AREMA VS PERSEBAYA INI, RASANYA MANAJEMEN SUDAH SANGAT BENAR MEMPERKETAT MASALAH PEMBELIAN TIKET. TAPI MASIH SAJA BANYAK OKNUM YANG MERASA KALAU TIKET SANGAT Rudet. LANTAS KALAU SUDAH BEGINI SIAPA YANG MAU BERTANGGUNG JAWAB? MUDAH MUDAHAN KEJADIAN INI MENJADI YANG TERAKHIR. TURUT BERDUKA ATAS MENINGGALNYA SUPORTER AREMA.” tulis pemilik akun tersebut, yang disampaikan dalam kolom komentar postingan akun resmi Persib @persib pada Minggu 2 Oktober 2022.
Teddy Tjahjono sendiri menegaskan bahwa ke depan pihaknya sudah merencanakan dalam pengelolaan stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Rencananya, lanjut Teddy, akan disetting satu kursi dengan satu nomor dan orang yang berhak mendudukinya.
Saat ini kita sudah menuju kesitu, ini kan prosesa,” kata Teddy Tjahjono dalam sebuah acara di PRFM,
Visi tersebut dimunculkan lantaran kegelisahan bos persib itu akan ulah oknum dan praktek-praktek tak terpuji yang justru merusak citra Liga Indonesia.***