Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Pemkab Malang Sempat Catat 424 Orang

Elmadani.id | Jatim_Pemerintah Kabupaten Malang secara bertahap kembali menginformasikan terkait angka kematian korban tragedi Kanjuruhan bertambah.

Sebelumnya, informasi yang simpang siur diterbangkan melalui akun Twitter bernama @BM_NGALAM pada 2 Oktober 2022 pukul 12.53 WIB, mengatakan jumlah orang meninggal dari tragedi Kanjuruhan ini mencapai 200 lebih.

Namun beberapa jam kemudian atau sore harinya, Pemkab Malang merilis data berdasarkan laporan dari sejumlah rumah sakit di Malang Raya kalau angka kematian tercatat 125 orang.

@BM_NGALAM tepatnya mengatakan kalau korban kematian atas insiden Malang yang mengerikan tersebut, menelan sebanyak 187 orang.

Terdapat juga 18 kematian manusia yang belum diketahui identitasnya, hingga dikatakan korban jiwa mencapai 200 lebih.

Hingga akhirnya Pemkab Malang per tanggal 2 Oktober jam 16.35 WIB, menyatakan bahwa ada 424 korban atas tragedi ini.

Jumlah tersebut terbagi ke dalam 3 klasifikasi:

– 125 orang dinyatakan meninggal dunia

– 39 orang mengalami luka berat

– 260 orang mengalami luka ringan

Sementara identifikasi orang hilang yang ditulis dalam laporan, tidak ada.

Beberapa rumah sakit yang mengabarkan jatuhnya korban di antaranya:

– RS Wafa Husada

– RSB Hasta Brata Batu

– RSUD Kanjuruhan

– RSUD Saiful Anwar

– RS Teja Husada Kepanjen

– RS Ben Mari Pakisaji

– RS Hasta Husada

– RSI Gondang Legi

– RS Salsabila

– RST Soepraoen

Sementara ada juga laporan yang langsung diterima dari pihak keluarga karena dinyatakan meninggal dunia di pangkuan sanak saudara.

Namun, pada hari Selasa, 4 Oktober 2022 ini, angka tersebut berubah dengan jumlah korban kematian menjadi 131 orang.

Hal ini diketahui melalui posko postmortem crisis center. Artinya, terdapat 6 orang yang kemudian dinyatakan tewas setelah sebelumnya sebanyak 125.

Penanggungjawab Data bernama Zulham Akhmad Mubarrok menjelaskan hal tersebut.

“131 sampai siang ini. Ganti nama, ganti identitas saja, keluar masuk datanya,” ujarnya

Tidak hanya dalam pendataan yang dilakukan saat ini, proses pendataan oleh Bupati Malang diharap segera diperbesar dengan meminta camat melakukan pencatatan.

Zulham juga mengatakan bahwa update terkait jumlah korban yang jatuh dalam tragedi Kanjuruhan ini akan dilakukan setiap harinya pukul 1 siang.

125 korban meninggal yang sebelumnya dikabarkan, diketahui kalau mayoritas merupakan balita hingga remaja di bawah usia 20 tahun.

Tidak hanya laki-laki, yang dikenal merupakan penikmat sepak bola, melainkan juga korban telah diidentifikasi banyak merupakan perempuan dewasa hingga anak-anak.

Beberapa pengakuan saksi mata dalam tragedi Kanjuruhan sendiri telah dikabarkan oleh tim Ayosurabaya sebelumnya. Melalui data yang dirilis Pemkab Malang di atas, maka info yang menyatakan kalau korban mencapai 200 lebih masih belum dipastikan kebenarannya.

[Ali S]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *