
Elmadani.id | Empat Lawang_Telah terjadi peristiwa pembegalan di Desa Lingge, adapun korban bernama Akmal ( 18 ) bin Muliadi, yakni warga desa Pendopo.
Peristiwa terjadi pada hari Kamis ( Tgl.25/05/2023 ) kurang- lebih pukul 15.30.W.I.B.
Menurut keterangan yang awak Media himpun dari si korban via WhatsAppnya, dikala itu korban yang barusan pulang dari Bengkulu dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat miliknya, tak jauh dari Pos Pol PP desa Lingge, Kecamatan Pendopo- Barat, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi, Sumatera – Selatan, tiba-tiba korban di pepet oleh dua orang pengendara sepeda motor warna hitam dan tangan dari si pengendara langsung mengambil kunci kontak milik korban, sedangkan teman pelaku mengeluarkan sajam dari dalam tasnya.

Sepeda motor dan korban langsung jatuh dan pelaku langsung mererebut sepeda motor tersebut dan korban berupaya untuk melakukan perlawanan namun hal tersebut di urungkan karena pelaku sudah mengeluarkan senjata tajam.
Atas kejadian tersebut korban kehilangan sepeda motor dan mengalami luka gores di bagian tangan dan kaki akibat terjatu dari sepeda motornya.
Tak lama kemudian satu persatu warga pengendara yang melintas di Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) berhenti dan melakukan pertolongan kepada korban.
Pihak keluarga korban sangat menyayangkan atas kejadian ini yang TKP-nya tepat di depan Pos Pol PP Desa yang tanpa penghuni.
Menurut keluarga korban Pos Pol PP tersebut jarang terlihat ada perugas yang berjaga di sana,

Keluarga meminta kepada pak Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad supaya melakukan sangsi atas kesalahan yang di lakukan petugas Pol PP Desa yang tidak menjalankan tugas tersebut. Karena mereka semua di gaji/ bulan yang nominalnya cukup menggiurkan.
Beberapa jam sebelum kejadian yang di alami oleh Akmal, kejadian serupa di alami oleh Siswa SLTP desa Lingge, yang ketika sepeda motor milik korban mau di larikan oleh si Pelaku namun mesinnya tidak bisa di nyalahkan hingga pelaku memilih kabur ketika ada warga melintas di TKP.
Kepada Awak Media juga Akmal menyampaikan bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan kePolsek Pendopo-Barat.
( Anril Syarif ).
Maaf sebelumnya, perihal berita ini yang memberitahukan bahwa “keluarga akmal seakan akan menyalahkan sat pol PP dan bahkan memberikan pernyataan istilah makan gaji buta “ . Ini sangat disayangkan karena pihak kluarga sejauh ini tidak ada pernyataan seperti yg dicantumkan diberita tsb. Jika memang ada kluarga yang memberi pernyataan seharusnya jurnalis harus memberikan kutipan kalimat dan memberi tahu nama. Seharusnya berita seperti ini tidak mengiring opini yang justru memperkeruh permasalahan yang ada.
Perlu diberitahukan bahwa kami (kluarga) sampai saat ini masih berhubungan baik dan bekerja sama dengan pihak kepolisian maupun Sat pol Pp itu sendiri . Terima kasih