
Elmadani.id | Empatlawang_Penjabat ( PJ ) Kepala Desa Muara Sindang, Muliadi tepis Isyu ada pemberitaan bahwa insentif guru PAUD di desanya ( Muara Sindang ) tak perna di realisasikan alias tak perna di berikan.
Terkait dengan adanya pemberitaan dari salah satu media di Kabupaten Empat Lawang bahwa selama dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di desa Muara Sindang, kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera – Selatan beberapa waktu yang lalu, itu sangat mengejutkan bagi dirinya dan warga desa Muara Sindang Umumnya.

Penjabat Kepala Desa yang akrab di sapa Muli tersebut kepada awak media melalui wawancara langsung di tempat kediamannya di desa Nanjungan Pasemah Air Keruh, Sabtu ( Tgl,31/01/2026 ), menegaskan tak pernah sekalipun insentif guru PAUD Al- Ikhlas di Muara Sindang saya pending apalagi yang menurut pemberitaan yang bersumber kan dari salah satu Tokoh masyarakat di desanya yang memberi keterangan kepada salah satu media mengatakan bahwa insentif tersebut tak perna saya berikan kepada guru PAUD Al- Ikhlas, malah Muli meminta jika awak media kurang percaya dengan keterangan beliau silahkan saja konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan ( Guru PAUD ).
Muli juga mengatakan malah beliau juga telah memesan baju seragam buat guru PAUD tersebut sebanyak Empat Lembar dan sekarang sudah selesai di jahit.
Selang beberapa menit awak media segera berpamitan kepada sang PJ Kades dan langsung menuju ke rumah salah satu guru PAUD di desa Muara Sindang dan syukur Alhamdulillah awak media langsung bisa berjumpa sang guru PAUD Al- Ikhlas yang bernama Mia Shintya yang menurut keterangan dari Mia beliau sudah mengabdi di PAUD tersebut selama Empat tahun, dan saat ini siswa di PAUD di tempat beliau mengajar berjumlah Delapan orang.
Melalui wawancara singkat Mia sang guru PAUD tersebut menjelaskan selama beliau mengajar tak perna ada keterlambatan dalam penerimaan insentif tersebut. Mia juga menuturkan bahwa yang mengajar di sekolah PAUD tersebut dulunya ada empat orang dan sekarang tiga orang lainnya sudah istirahat hingga saat ini cuma beliau yang masih bertahan tutur Mia.
Mia juga menjelaskan bahwa tak ada permasalahan apapun selama beliau mengabdi sebagai guru PAUD, cuma masalah sarana dan prasarana lainnya misalnya alat-alat alat permainan siswa dan kursi yang belum ada dan itu juga sudah kami usulkan pada acara Musyawarah Desa ( Musdes ) pada ahir tahun 2025 yang lalu, semoga saja usulan tersebut bisa terealisasi di tahun 2026 ini melalui Anggaran Dana Desa pungkas Mia mengakhiri wawancara singkatnya.
( Amril Syarif ).+