Terungkap Diduga Sakit Hati Karena Sering Dihina “Hitam”, Satpam Diamanatkan Terkait Kematian Karyawan SPPG Padang Serai

Kota Bengkulu– Misteri kematian karyawan SPPG Padang Serai, *Indo Melvi Yunadatia (24), mulai menemukan titik terang. Polisi mengamankan seorang pria berinisial RP (24), yang diketahui bekerja sebagai petugas keamanan atau satpam di SPPG Padang Serai.

RP diamankan terkait penemuan jasad Melvi di kawasan Jalan Kampung Bahari Ujung, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Senin (15/09/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.

Saat ini RP menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Bengkulu guna mendalami keterkaitannya dengan kematian korban.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah berangkat dari rumah menuju tempat kerjanya di SPPG Padang Serai. Jasad korban kemudian ditemukan mengapung di sungai di bawah pelapis tebing.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat membenarkan adanya seorang pria yang diamankan.

“Informasi awal, ada satu laki-laki yang diamankan guna penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut,” kata Kombes Pol Rahmad Hidayat saat dikonfirmasi, Senin (15/09/2026).

Petunjuk Awal dari Sepeda Motor Korban

Pengungkapan kasus bermula ketika petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hijau tua dengan nomor polisi BD 5084 RD di kawasan Jalan Kampung Bahari Ujung RT 18 RW 06.

Sepeda motor yang diduga milik korban itu menjadi petunjuk bagi petugas. Tim Unit Reaksi Cepat URC Resmob Polresta Bengkulu bersama Tim Opsnal Polsek Kampung Melayu, serta backup Intelmob dan Jatanras Polda Bengkulu kemudian mendatangi lokasi.

Setelah jasad korban ditemukan dan dievakuasi, tim gabungan melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan RP.

Diduga Sakit Hati Kerap Dihina “Hitam”
Dari pemeriksaan awal, penyidik mendalami dugaan persoalan pribadi antara RP dan korban yang disebut telah berlangsung cukup lama.

Motif sementara yang didalami polisi diduga berkaitan dengan perasaan tersinggung. RP disebut kerap dihina korban dengan sebutan “hitam”. Ucapan tersebut diduga diterima RP sejak masa SMP hingga keduanya berada di lingkungan kerja yang sama.

Penghinaan itu disebut beberapa kali dilakukan di tempat umum dan di hadapan orang banyak. Perlakuan tersebut diduga membuat RP menyimpan rasa sakit hati yang kemudian menjadi pemicu konflik antara keduanya.

Namun polisi masih mendalami apakah persoalan tersebut benar menjadi motif utama di balik kematian korban. Keterangan RP juga masih dicocokkan dengan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi.

Proses Penyidikan Berlanjut
Jasad Indo Melvi Yunadatia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani visum et repertum. Hasil pemeriksaan medis akan menjadi bahan penting bagi penyidik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sementara RP telah dibawa ke Mapolresta Bengkulu. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, serta mencocokkan keterangan RP dengan fakta-fakta di lapangan.

Polisi juga masih mendalami kronologi kejadian, kemungkinan peran RP, serta motif yang melatarbelakangi kematian Indo Melvi Yunadatia.

Hingga berita ini diterbitkan, RP masih berstatus sebagai terduga dan proses penyidikan masih berlangsung. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *