
Empat Lawang | Elmadani.id-Puluhan Karyawan PT. GSB Lakukan Aksi Damai di Halaman Kantor Bupati Empat Lawang. Tuntutan Mereka Supaya Segera di Pekerjakan kembali Seperti Biasanya.
“Utang Kami di Warung La Meleghetan ” Paak,,,!!!
Puluhan anggota karyawan PT. Galempa Sejahtera Bersama ( PT. GSB ) desa Simpang Perigi, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera-Selatan, melakukan ” Aksi Damai ” di halaman kantor Bupati Empat Lawang, Selasa ( Tgl, 21/02/2023 ).
Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, S.Si, S.H, M.M,M.H, yang diwakili oleh asisten I
Ir. Dadang Munandar dan para pejabat lainnya, Polres Empat Lawang, Kapolsek Tebing Tinggi, Kapolsek Ulu Musi turut hadir dalam menyambut Aksi Damai tersebut.

Sebelumnya Dadang Munandar menyampaikan pesan Bapak Bupati dan rasa mohon maafnya karena Bapak Bupati dan Wakil serta Bapak Sekda Empat Lawang tidak dapat hadir dalam menyambut Aksi Damai tersebut dikarenakan ada tugas lainnya yang tidak bisa di tinggalkan serta tidak bisa di wakilkan.
Dalam orasinya yang di wakili oleh Dadang Mandala, mereka menyampaikan keluhannya yang di iringi linangan air mata.
Dadang menyampaikan bahwa setelah hampir satu setengah bulan nasib mereka terkatung-katung tak punya pekerjaan pasca pemortalan jalan di area perkebunan sawit milik PT. GSB oleh Bapak Kepala Desa Simpang Perigi ( Julian Yose Rizal ), Senin ( Tgl, 09/01/2023 ).
Mereka meminta supaya Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad segera turun tangan dalam menuntaskan sengketa antara pihak PT. GSB dan Kepala Desa Simpang Perigi beserta perangkat dan warganya.

Dalam kasus pemortalan jalan di perkebunan sawit milik PT. GSB oleh Pak Kades beserta rombongan tersebut mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan bagi puluhan karyawan di perusahaan tersebut.
Menurut mereka semestinya pak Kades harus berlaku bijak dalam melakukan tindakan. Dampak dari aksi pemortalan jalan tersebut sangat menyengsarakan bagi warganya yang bekerja sebagai karyawan di OT. GSB. Dan ini tidaklah sesuai dengan apa yang perna di ucapkan beliau di waktu mau mencalon Kepala Desa.
Mana janji- janjinya ingin memakmurkan
desanya. Dan selama kurang lebih lima bulan beliau menjabat sebagai kepala Desa belum ada tanda-tanda kemakmuran bagi desanya.
Di depan para petinggi di Kabupaten Empat Lawang tersebut, tertuang ada tiga permintaan mereka kepada Bapak Bupati Empat Lawang
H. Joncik Muhammad, yakni :
- Memerintahkan Kepala Desa Julian Yose
Rizal supaya dibuka kembali portal yang di
pasang dan pekerjakan
kembali mereka sebagaimana biasanya
sesuai dengan aturan yang ada di PT. GSB. - Menuntut Bapak Kepala Desa untuk tidak
mengintervensi serta mengintimidasi pihak
PT. GSB dalam hal pemberhentian dan
penerimaan karyawan. - Memintak supaya dapat segera mengevaluasi
kinerja Kepala Desa.
Dadang beserta rekannya juga menyampaikan bahwa pasca pemortalan jalan di wilayah perkebunan sawit milik PT. GSB selama kurun waktu satu setengah bulan oleh Kades,Cs tersebut seluruh karyawan berhenti bekerja.
Akibat dari mereka tidak di pekerjakan tersebut mereka terpaksa bekerja serabutan demi memenuhi nafkah keluarga.
Pada hal tujuan mereka memberikan lahan perkebunan kepada pihak perusahaan tidak lain bermaksud supaya mereka mendapatkan lapangan pekerjaan.
Menurut Dadang, kebanyakan dari mereka menyerahkan lahan milik mereka satu-satunya,
Jadi dampak dari aksi yang di lakukan Pak Kades,Cs tersebut mereka juga terpaksa menanggung banyak hutang di warung yang tak tau kapan mereka bisa membayar, belum lagi masalah biaya sekolah anak-anak mereka, pungkas Dadang.
Mengenai segala apa yang di sampaikan oleh karyawan- karyawati tersebut, Dadang Munandar mengatakan akan menampungnya dan nanti akan di sampaikan kepada Bapak Bupati dan semoga saja permasalahan ini akan segera dapat di selesaikan, tutup Dadang Munandar.
( Amril Syarif ).