SIANG BOLONG! SISWA SMA DI REJANG LEBONG DIDUGA DIANIAYA DI DEPAN UMUM—PELAKU PEKERJA BENGKEL, MOTIF MASIH GELAP

Rejang Lebong — Aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang publik. Seorang pelajar SMA berinisial DF, siswa kelas 2 SMA Negeri 3 Rejang Lebong, diduga menjadi korban penganiayaan brutal di siang hari, tepat di ruang publik tanpa rasa takut.

Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, di Desa Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara. Lokasi kejadian bahkan disebut berada tepat di depan sebuah bengkel motor milik warga bernama Paizal—tempat yang seharusnya aman, justru berubah menjadi titik kekerasan.

Ironisnya, pelaku diduga merupakan pekerja di bengkel tersebut. Hingga kini, motif di balik aksi penganiayaan terhadap korban yang masih berstatus pelajar dan di bawah umur itu masih belum terungkap, memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Sejumlah saksi mata dikabarkan melihat langsung kejadian tersebut. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana kronologi kekerasan itu terjadi—apakah dipicu persoalan pribadi, kesalahpahaman, atau bentuk arogansi semata.

Kejadian ini langsung memicu keresahan warga. Pasalnya, aksi kekerasan dilakukan secara terbuka di siang hari, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Mengingat korban adalah anak di bawah umur, kasus ini berpotensi kuat masuk dalam kategori tindak pidana serius yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman berat bagi pelaku.

Jika terbukti, pelaku tidak hanya dapat dijerat pasal penganiayaan, tetapi juga pemberatan hukuman karena korban merupakan anak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penangkapan pelaku maupun perkembangan penyelidikan.

Pertanyaannya kini: sampai kapan kekerasan terhadap anak terjadi terang-terangan tanpa efek jera?[***]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *