Tugas Usai,Kelompok KKN IAIN Pamit Dari Imigrasi Permu

Elmadani.id | Kepahiang: Setelah Setelah Empat puluh hari turun langsung melaksanakan tugas kuliah,Hari ini Senin (21/8/2023) Sembilan orang Anggota KKN dari fakultas IAIN Rejang Lebong periode 2020 angkatan IV tiba juga saatnya untuk meninggal kan desa tempat mereka terjun langsung kelapangan (Imigrasi Permu) mengingat semua tugas yang diberikan pihak Fakultas telah berakhir dan sementara dianggap selesai.

Sebelum perpisahan dalam suasana sedikit haru,kepala desa Imigrasi Permu M.Yunis menyampaikan ucapan terima kasih juga permohonan maaf “Selamat Jalan,terimakasih atas sumbangsih yang telah kalian berikan di desa kami,mewakili warga kami saya minta maaf jika dalam empat puluh hari kalian menetap dan menimba ilmu di Imigrasi permu terapat ketidak nyamanan baik dari warga maupun saya sendiri,kami doakan semoga untuk kedepan Kalian sukses dalam menimba ilmu dan dapat berguna bagi bangsa ini,Semoga tali silaturahmi ini tidak putus hanya sampai disini,desa Imigrasi terbuka untuk kalian kapanpun kalian berniat datang kesini lagi” tutup dia.

Dikesempatan yang sama Dosen pembimbing Lapangan dari Para Maha siswa tersebut,Dr.Hartini.M.Pd.,Kons menyampai kan ucapan terimakasih tak terhingga pada pihak Masyarakat maupun pemdes Imigrasi Permu karena Sejak awal hingga selesai Anak didiknya tidak ada keluhan suatu apapun semua berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.”Saya benar-benar puas dan sangat berterima kasih pada pihak desa,karena saya mendengar langsung pengakuan dari bapak kepala desa atas kerja mereka disini dan saya tau persis kalau anak bimbingan saya merasa nyaman selama melaksanakan tugas mereka dalam menimba ilmu secara langsung dilapangan dalam naungan pemdes Imigrasi Permu” kata dia.

Sementara itu Ketua kelompok Dari Sembilan Orang KKN sendiri Jefri Hidayah,sebelum berpamitan dengan haru menyampai perihal selama mereka di desa Imigrasi permu,”Saya yang mewakili teman sangat berterimaksih atas pelayanan yang diberikan oleh pihak desa,baik itu Kades dan perangkat,tokoh agam,pemuda semua sangat berkesan dan sampai kapanpun tidak mudah kami lupakan,Mohon maaf jika kehadiran kami,yang kami kerjakan,tidak sesuai harapan pihak desa,tapi percayalah kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun tak bisa dipungkiri dalam menimba ilmu kami hanyalah insan yang banyak kekurangan” Tutup Mahasiswa yang akrab dipanggil “Jef” ini.

Selesai saling bersalaman kesembilan mahasiswa yang di dampingi Dosen pembimbing lapangan ini pun berlalu dari desa Imigrasi permu dan kembali ke Fakultas mereka berasal.[Gfr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *